Thursday, March 7, 2013

you're my wonder wall

di lenteng kita hepi yaa...
dan imajinatip
dan kreatip


 
walaupun kurang tidur







walaupun kamu telepoooon terus..... aku harus jawaaaaab terus.....

sayaaang....pulsaku habis, batreku habis, cintaku habis.





liat tuh
apa?
cinta
huh
kenapa?
bukan
ooo...




sayaaang...aku malu nih sama burung-burung





 cintanya ga jelas nih...kabur....blur...




hhhhh....mendesah


  

it can't be! it can't be!
it can be!



sudahlah, aku lagi kreatip nih
karena aku di lenteng agung

  

dan aku ga boleh sedih


  

iya, mana bisa sedih di sini
 


becauseeee...



see???
mana wajah sedih? 
mana? mana?



bahkan anak-anak timur pun cemburu 




hah? tuang?
iya ini juga lagi dituang!



dia girang sendiri, 





dia girang berdua....


dia girang bertiga,


 

lagi-lagi bikin cemburu



lalu kamu bilang, he, buddy, got a light?
lalu menghembuskan asap,
lalu bergumam, makanya giranglah!







but
the party is over, temans...




karena musim kan berganti




berharap musim kan kembali bersemi...












 how you don't want to move from the place....




lenteng agung, 7 maret 2013

Monday, April 9, 2012

klara

hey,
ternyata ada beberapa wajah kamu di bukuku
 

seingatku
aku terus berusaha menangkap amarah tak kunjung padam di wajahmu
dalam kertas-kertasku



tapi tidak bisa,
terlalu sulit!

maka kusangkarkan saja semua hal yang berserak di lantai kamar kita
...

ada hari-hari tak penting,



ada 'sesuatu' yang tak terlihat tapi bisa dirasakan



ada hujan di dalam kamar kita
...



tetap saja sulit melukiskanmu
...
aku hanya mampu melukiskan waktu,
karena tahukah kamu,



sesungguhnya,
...

sungguh sulit menggambar wajahmu

maka,
kuperpendek jarak itu dengan  jalinan bordir di bajumu


di lenganmu



kumpulan sketsa 18b, edisi klara
2000-2007
otty widasari

Saturday, March 31, 2012

Untuk AA Navis



Tak akan ada lagi ritual itu
setelah yang ke tujuh




Aku mengenangmu
lewat lore,
sembang,
congklak,
tak satupun dari permainan itu kau tahu




Pagi panekuk,
siang bubur delima,
dan sore limping



Kue limping yang kau hutangkan padaku,
karena uang seremis dari ibu telah kubelikan gula tare





Maria, sungguh aku menyesal




Karenanya, hantu-hantu memukulimu








Sejak saat itu,
orang-orang kampung tak lagi mau membeli kue dari Mak Pasah




Seperti juga aku,
tak akan lagi kulakukan ritual itu,
sejak kulihat tetes darah di mangkuk bubur delima
pada pembotakan terakhirku ...



Sketsa terinspirasi dari cerpen 
Pada Pembotakan Terakhir 
karya AA Navis

Thursday, March 29, 2012

Saturday, December 31, 2011

give it away now for the "90's-er"

bodas berdendang sebuah lagu yang familiar

kemudian

ambu, aku mau 'give it away now'
kamu carilah sendiri di kotakku


ini apa ambu?
 


bukan itu, nak, itu appetite for distruction
kalau ini?
no, itu lenny

ini?



itu juga, five
ini?
itu juga, mama said



ini?


 
huh, dia lagi!


bukan, itu 'use your illusion'

ini?
itu blur, sayang


ini?
that's an old one from uncle louis
kamu suka pasti
...la vie un rose...tataratratata...

 
tidak mau itu...
kalau ini?
that's my fave hot mama, madonna


ini, ya?
bukan, itu kan erykah badu...hahaha...just realize, ada yang datang dari 2000an juga ya...

yaa...aku mau clevaaaaa...
lho? kok?
bukannya kamu mau give it away now?


 
cleva dulu, ambuu...
 
putarlah

lalalala....
(dia bersenandung dengan benar)


daahhh...sekarang aku mau give it away now
carilah!

ini diaaaaaaaa....
nah...betul, blood sugar sex magic, itu kamu tau barangnya!


lalu kami berdua  jejingkrakan


...giber wey giber wey giber wey giber wey NAW



[ohh..seperti kepingan kaset....i'm turning ancient]