Saturday, August 20, 2011

the unfinished scenes


scene #1

saat si pesulap masih tercengang menyaksikan
betapa cahaya matahari dapat merubah peradaban,
menggerakkan bingkai diam,
gambar-gambar bisu itu sudah menghitung recehan



bergegas si pesirkus belia membekapnya, lalu melemparkannya
tinggi ke udara
gambar-gambar bisu membumbung tinggi dan meledak keras

semua orang menjerit karuan






kemudian si pembawa acara reality show  pun memunguti serpihannya, 
menyusunnya acak, untuk merayakan kegembiraan 


 

anak-anak kecil berusaha keras
mendorong-dorong  batu-batu dari timur sana
ke atas bukit yang tinggiii sekali
menggelundungkannya kembali ke jurang tak berdasar



 *      *      *



scene #2



aku ingin jadi kamu, kamu bisa jadi aku
itu manis ...
dan itu pahit ...






awan hari ini tidak pernah sama dengan wujudnya kemarin
hanya saja waktu melipatgandakannya dengan sempurna
dalam gebyar cahaya dan suara






seperti gelegar 'aku mencintaimu'  di dalam sinema...



di dalam sinema...


lenteng agung, 20 agustus 2011




penampil : Klara, Andang, Galib, Sim, Teple & Coki
foto : Otty 
lokasi : Lenteng Agung !8b

5 comments:

  1. Sinema selalu memberikan misteri pada wujudnya. Ketika ia "tidak selesai" pun, rekaman itu selalu memunculkan keajaiban. Karena di sana ada denyut visual yang selalu akan hidup. Sehingga, saat menemukan rekaman massa lalu, meski tak terselesaikan, ia tetap mempesona. Karena ia dibuat dengan kesungguhan.

    I love this "memori"...
    I love you Ambu.

    ReplyDelete
  2. dan saya terngangah di depan layar . .
    tersadar . .

    ReplyDelete
  3. vienscesoir.blogspot.comAugust 23, 2011 at 10:24 PM

    selesai ga selesai kan di kumpulin ty....;)

    ReplyDelete
  4. vienscesoir.blogspot.comAugust 23, 2011 at 10:25 PM

    foto no 5, artistiknya keren ;D

    ReplyDelete